Independensi Mahasiswa

2 Nov

Perubahan, sebagai alunan perjalanan pergerakan kemahasiswaan, yang sering teringat bagaimana mahasiswa dapat mengubah sistem politik saat itu dengan kelompok yang dinamakan kelompok reformasi, jauh beberapa tahun yang lalu berbagai gerakan kemahasiswaan dari berbagai peristiwa sejarah Indonesia, mulai dari kebangkitan nasional, sumpah pemuda dll.

Hakikatnya mahasiswa sebagai penerus tonggak pemerintahan dimasa yang akan datang dengan berbagai pembinaan dan karakter dalam proses pembelajaraan ketika hidup dalam lingkup kampus atau dengan bahasa lain pendewasaan demokrasi

Demokrasi untuk mahasiswa merupakan menjalankan struktur lembaga dengan sistem pemerintahan mahasiswa yang ada berdasarkan sistem kenegaraan  yang sesungguhnya. Mulai dari sistem pemerintahanya, perundang-undanganya, semua perangkat yang didalamnya, pola kerja sampai pesta demokrasi yang dilakukan oleh mahasiswa (pemira).

Demokrasi mahasiswa berkaitan dengan independensi yang dimiliki mahasiswa, dalam berdemokrasi, mahasiswa dituntut tetap independen terhadap pihak eksternal, pihak eksternal yang meliputi birokrasi kampus dalam hal atura-aturan dan tata kelola terkait dengan kegiatan mahasiswa terlebih membatasi kegiatan kampus yang sesuai dengan NKK/BKK jilid 2, keadaan seperti inilah yang muncul dalam lingkup kampus sekarang ini. Independensi kaitanya organisasi ekstra kampus dalam kepentingan politik praktis, terkait dengan gerakan mahasiswa yang intelek dan bermoral. Indepensi kaitanya dengan pengaruh pemerintahan, jelas sebagai mahasiswa perlu sebuah sikap kritis terhadap apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang ada didalamnya terkait dengan kepemimpinan, mahasiswa sebagai mitra kritis harus bisa mencari solusi atas permasalahan yang timbul.

Dalam proses demokrasi pergerakan kemahasiswaan harus selamanya tetap ada sebagai agen pengubah, kekuatan moral, dan bekal masa depan untuk mengusung cita-cita perjuangan Negara. Kondisinya idependensi yang sewajarnya perlu untuk dilakukan oleh mahasiswa semakin lama semakin diacuhkan, mulai dari birokrasi, organisasi ekstra kampus bahan ketidak perdulian terhadap pemerintahan saat ini. Yang ada hanyalah sebuah kepentingan baik individu maupun golongan. Tidak ada lagi independensi bagi mahasiswa, semua terlihat sebagai sebuah sandiwara bagi orang-orang yang berkepentingan.

            Apakah mahasiswa akan seperti ini, Kehilangan independensinya yang berakibat minimnya kontribusi dan kreatifitas mahasiswa.

Hidup Mahasiswa!!!!!

Suka Cita Surga

1 Nov

T’RIMA SUKACITA SURGA
ITULAH KEKUATAN BAGI JIWA
KU DAPAT RASAKAN KASIH-NYA
DI TENGAH BADAI YANG BERGELORA

T’RIMA SUKACITA SURGA
ITULAH KEKUATAN BAGI JIWA
KU DAPAT SAKSIKAN KUASA-NYA
TAKLUKKAN BADAI YANG BERGELORA

REFF :
HALELUYA KAU ADA DALAM HATIKU
TAK KAN PATAH SEMANGATKU
TAK KAN HILANG KEKUATANKU
HALELUYA KU MAU BERSORAK BAGI-MU
SUKACITA SURGA NYATA PENUHIKU

Alat tetas sederhana

31 Oct

Dasar pemikiran penggunaan mesin tetas sederhana atau mesin tetas otomatis adalah besar kecilnya skala usaha, modal yang tersedia, dan sifat usaha penetasan. Jika usaha penetasan hanya bersifat sambilan (sekitar 100 butir per periode), maka mesin tetas sederhana bisa digunakan. Asalkan seorang penetas dapat melakukan pembalikan secara disiplin, maka pada skala berapapun mesin penetas sederhana masih bisa digunakan. Mesin tetas sederhana dapat dibuat dari kardus, styrotoam bekas vaksin, galon air, dan tripleks. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam mengelola mesin tetas manual sederhana:

  1. Sumber pemanas penetas sederhana adalah lampu pijar atau kawat nikelin yang dialiri listrik. arus listrik yang digunakan bisa arus listrik bolak-balik (AC 220 Volt atau 110 Volt) ataupun arus searah (DC 12 Volt). Selain itu, dapat juga menggunakan lampu minyak tanah yang udara panasnya dialirkan melalui pipa seng tipis diatas telur-telur unggas tersebut. Pengaturtemperatur thermoregulator) berupa thermostat untuk mesin tetas sederhana. Hal terpenting, sumber pemanas harus berada jauh dari telur, agar sudut jatuh antara telur dan sumber panas tidak jauh beda.
  2. Untuk menjaga kelembapan didalam mesin tetas manual sederhana, dibawah rak telur perlu diberikan air. air ini biassanya diletakan dalam nampan.
  3. Ventilasi mutlak diperlukan untuk pernapasan embrio. Karena itu, alat tetas sederhana tersebut harus diberi lubang kecil dalam jumlah yang cukup disemua sisi. secara alami, udara panas dalam mesin tetas akan naik dan keluar melalui lubang atas, sedangkan udara luar yang lebih dingin akan masuk melalui sisi bawah mesin tetas.
  4. Untuk mengetahui mesin tetas beroperasi dengan sempurna atau tidak, lakukan pengecekan suhu setelah mesin tetas menyala selama enam jam. Selama waktu itu seharusnya suhu mesin mencapai 38 C secara konstan.
  5. Cara meletakan telur tetas yang baik pada mesin tetas sederhana maupun mesin tetas otomatis adalah secara horisontal dengan pembalikan sebesar 180 derajat. Kondisi tersebut adalah yang sebenarnya terjadi saat ayam mengerami telur. Pemutaran 180 derajat akan menghasilkan daya tetas 4-5% lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang diputar 90 derajat (karena posisi telur dalam keadaan berdiri). Pemutaran telur dilakukan 3 kali sehari, pagi, siang dan malam hari. Pada sisi permukaan telur yang berlawanan diberikan tanda yang berbeda untuk memudahkan kita mengetahui pergantian posisi telur karena pemutaran. Misalnya satu sisi telur diberikan tanda “X” sedangkan pada sisi yang berlawanan diberi tanda “O”.
  6. Berbeda dengan telur bebek yang bisa dilakukan candling sehari setelah masuk inkubator, candling atau peneropongan embrio pada telur ayam kampung dilakukan minimal saat telur berumur 5 hari didalam inkubator. apalagi, mengingat tebal tipisnya kulit telur kampung yang tidak merata. Pada usia 5 hari, telur ayam yang tidak berembrio bisa diambil dan masih layak untuk dikonsumsi. Bagi pelaku penetasan yang sudah ahli, candling dapat dilakukan pada telur yang berumur 2-3 hari didalam inkubator.
  7. Pada mesin tetas sederhana ruangan inkubasi (pengeraman atau setter) sekaligus merupakan ruang penetasan (hatcher). Setelah telur menetas, mesin dan rak telur harus segera dibersihkan dan di desinfeksi, ventilator dibersihkan. Sementara lampu, tegangan listrik, dan peralatan lainya diperiksa agar ketika digunakan lagi mesin dapat memberikan hasil yang optimal.

 sumber: iwansetyawan.blogspot.com

Design a site like this with WordPress.com
Get started